Bisa kita lihat dengan jelas bahwa saat ini Internet berkembang cepat dikalangan masyarakat Indonesia. Misalnya saja, social
network seperti Facebook dan Twitter,
termasuk game online yang saat ini sedang marak di
sekitar kita. Game online menjadi suatu sarana hiburan untuk mengisi waktu luang serta menghilangkan kepenatan dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
Tak masalah jika kita bermain game online hanya sebagai sarana hiburan, namun akan menjadi masalah jika kita ketergantungan terhadap game
online.
Sebetulnya, bermain game online sendiri pun juga memilik dampak positif :
1. Meningkatkan koordinasi tangan, kaki dan juga mata karena biasanya melibatkan hal tersebut.
2. Melatih konsentrasi karena ada beberapa game yang melatih kita untuk konsentrasi sewaktu bermain game.
3. Melatih membuat strategi, bertahan dan melawan terhadap kawan dan musuh dalam permainan.
4. Meningkatkan kemampuan bahasa khususnya bahasa asing karena
sebagian game berbahasa inggris sehingga kita ditunutut untuk memahami
apa yang dimaksud dalam game.
5. Melatih kesabaran, mau menerima kekalahan dan karena tanpa beban jadi dapat mengurangi stress. Namun bermain game online pun juga banyak dampak buruknya.
Saat ini, banyak warnet yang memberikan fasilitas game online. Jika Anda mengunjungi warnet yang
memberikan fasilitas game online, coba perhatikan,
Anda pasti melihat para pengguna dan pengakses Internet adalah pecandu game online. Biasanya pecandu game
online adalah anak-anak dan remaja. Berikut ini ada beberapa alasan mengapa mereka kecanduan,
yaitu :
1.
Orang tua merasa bersalah karena meninggalkan anaknya untuk bekerja dari pagi hingga malam, jadi
orang tua memberikan fasilitas gadget kepada anaknya, seperti smartphone, laptop, ataupun modem
Internet. Bisa juga dengan memberikan sejumlah uang agar dapat bermain di warnet.
2.
Orang tua tidak mengetahui dan mengerti bahwa kecanduan game
online akan memberikan dampak buruk bagi anaknya dari segi psikis dan fisik.
3.
Tuntunan
yang berat kepada anak yang selalu berkisar pada akademik tanpa melihat kelebihan dari anaknya.
4.
Tidak adanya penghargaan dari orang tua sehingga mereka mencari “penghargaan” dari game online.
5.
Kurangnya perhatian dari orang tua menjadikan anak tersebut tidak diawasi saat bermain
Internet.
Berikut ini dampak negatif dari game online secara psikis, yaitu :
1.
Memikirkan secara terus-menerus tentang game
online yang dimainkan.
2.
Tidak dapat berkonsentrasi terhadap belajarnya ataupun pekerjaannya.
3.
Tidak peduli dengan sekitarnya.
4.
Melakukan apa pun demi bisa bermain game, seperti berbohong hingga mencuri
uang.
5.
Tidak dapat bersosialisasi dengan orang-orang sekitar(tertutup)
Selanjutnya adalah beberapa dampak negatif secara
fisik, yaitu :
1.
Paparan cahaya radiasi
komputer dapat merusak saraf mata dan otak.
2.
Kesehatan jantung
menurun akibat begadang bermain game online.
3.
Ginjal dan lambung
juga terpengaruh akibat banyak duduk, kurang minum, dan lupa makan karena asyik
bermain.
4.
Berat badan menurun
karena lupa makan, atau bisa juga bertambah karena banyak ngemil dan kurang
olahraga.
5.
Kesehatan tubuh
menurun akibat kurang olahraga.
6.
Dapat menyebabkan
kematian.
Menurut sebuah penelitian, bermain games dapat memicu meningkatnya zat
dopamine di dalam otak. Sebuah studi di Hammersmith Hospital, sebuah rumah
sakit di London, Inggris, menunjukkan bahwa meningkatnya kadar dopamine sama
dengan meningkatnya kadar amphetamine, yang dapat menyebabkan kecanduan.
Meningkatnya amphetamine inilah yang membuat para pemain menjadi asyik.
Jadi, boleh saja kita bermain game online asalkan tidak lupa waktu dan
tetap menjalankan aktivitas di dunia nyata. Anggaplah game online hanya sebagi
sarana hiburan, jangan menganggap game online itu sebagai rutinitas. Selain
itu, diharapkan adanya peran pemerintah dalam menanggulangi para anak-anak dan
remaja yang kecanduan game online.